Ketika Aku di Fitnah


Ketika cacian dan hinaan datang padamu, cukup ucapkan Alhamduilillah. Memang sangat susah dan sulit sekali kita bersikap berdiam dan bersabar apabila kita dihina, diumpat, digunjing.


Namun mungkin itu adalah tindakan yang terbaik bagi diri kita. Yakinlah dibalik itu ada rahasia Allah untuk mempermudah segala urusan kita.
“Alhamdulillah aku difitnah, itu ucapan yang seharusnya kita ucapkan saat kita difitnah”, begitu kata ayahku dengan wajah teduh dan penuh senyum.

Aku tentu saja tersenyum mendengar ucapan itu. Kita saling pandang dan saling senyum. Aku membayangkan betapa beratnya mengucapkan kalimat itu saat kita benar-benar sedang difitnah. Harus bersyukur saat sedang difitnah ? Rasanya agak tidak masuk akal.

Sahabat pasti tahu, bahwa seseorang yang rajin beramal, rajin beribadah dan melakukan segala yang baik-baik di dunia, bisa saja di akhirat nanti tetap akan masuk neraka karena perbuatannya sendiri.

Kutebak pasti yang dibahas adalah orang yang rajin beribadah tapi suka bergunjing, sehingga ketika di akhirat ditimbang amalnya, ternyata amalnya habis untuk membayar dosanya ketika bergunjing. Saat amalnya sudah habis, maka dosa orang-orang yang digunjingkannya harus dia terima sebagai dosanya.

Amalnya hangus karena ternyata tidak sanggup membayar dosanya. Jadi itulah sebabnya kita harus selalu bersyukur saat difitnah.

Apa jadinya jika justru kita yang memfitnah? Apa jadinya jika amalan kita yang sedikit tidak cukup membayar dosa kita? Di dunia ini memang yang namanya fitnah itu sangat mudah dilakukan, baik fitnah kecil-kecilan sampai ke fitnah yang beneran.

Kadang kita ini sudah berhati-hati, berbuat baik. Namun kebaikan dan prestasi kita, tidak selamanya dapat dukungan dan penghargaan. Ternyata ada juga yang mencibir, kemudian memfitnah dan menzhalimi diri dan keluarga kita. Hal ini membuat kita down dan hampir-hampir bisa stress.

Orang-orang yang suka memfitnah itu ternyata bukan hanya memfitnah, tapi ia juga meneror dan menyakiti kita dan keluarga kita lahir dan batin.

  • Apa yang harus kita lakukan, jika kita difitnah dan dizhalimi oleh orang lain.

Bagaimana lidah mulut seseorang itu mudah sekali terlontar dan menyakiti perasaan orang lain. Seperti yang pernah saya alami lebih baik mana tajamnya pisau atau tajamnya lidah? Jika tajamnya pisau kita terluka dan masih bisa disembuhkan, sedangkan tajamnya lidah/ucapan? Sekali ucapan itu menyakiti hati maka tak akan obat yang mampu menahan rasa sakitnya. Pada saat saya sedang dalam keadaan yang sepatutnya saya untuk lekas bangkit dan kembali bersemangat dari keterpurukan ini.

Ia sangat mencintai saya sehingga membicarakan saya ke sana-sini dengan berbagai macam anggapan dan cercaan, serta tak jarang dari mereka yang melebih-lebihkan fakta dan menutup fakta yang sesungguhnya menjadi seakan-akan fakta.

Apalah daya yang dapat saya lakukan hanyalah diam …diam… diam dan tetap sabar…terus sabar, ikhlas dan ikhlas dan juga memiliki hati yang sangat lapang untuk menerima semua ujian ini. Dan yang selalu sahabat-sahabatku ingatkan istighfar jangan pernah putus. Itu sebuah kekuatan yang Allah Rakhmatkan untuk ku teguran ini semoga dosa saya terampuni dan ia tidam terjerumus dari memfitnah saya.

“…. fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan…..,” itulah salah satu kutipan yang terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 191. Memang itu terlihat terlalu dramatis dan terlalu dibesar-besarkan, tetapi bagi orang yang telah mengalami fitnah yang disampaikan oleh satu atau dua orang ataupun oleh suatu kelompok orang secara bersama-sama dan dilakukan secara by design.

Memang terlihatnya itu suatu yang remeh-temeh, tetapi ketika aku difitnah oleh seseorang, aku tidak pernah melakukan hal tersebut. Apalagi ditambah dalam posisi yang terjepit dan saat difitnah kita tidak bisa membela diri, walaupun kita sudah berusaha untuk menjelaskan dan meminta penjelasan atau menjelaskannya sebenarnya apa yang menyebabkan masalah tersebut ada. Apalkah hanya kecemburuan, kangen, keterbatasan atau lempar batu sembunyi tangan?

Menurut ilmu fisika, kita mengenal adanya aksi dan adanya reaksi, tentunya suatu masalah akan timbul dan ada akibat ada suatu trigger, dan yang lebih parahnya lagi, ketika kita menanyakan apa masalah yang mencuat sehingga kita harus menerima tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar tersebut.

Dan tentu sebagai korban, kita akan bertanya, apa masalah yang sebenarnya terjadi, tetapi yang sangat mengenaskan, kita tidak diberitahu tentang masalah yang sebenarnya, dan hanya diberitahu bahwa kita bermasalah dan bersalah.

Mereka hanya berkata, bahwa kita punya banyak masalah, dan semua masalah yang dianggap masalah itu tidak disampaikan kepada kita selaku korban yang dituduh. Kita hanya bisa mengelus dada, apabila diri kita tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan masalah yang dituduhkan, dan hanya disampaikan bahwa kita adalah tersangka dan harus segera diproses.

Dalam hukum kita mengenal azas praduga tidak bersalah, kenapa untuk masalah yang ada tersebut kita tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Kalau dilihat, memang dunia ini aneh, orang yang berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik dan berdasarkan peraturan yang ada, kenapa suka jadi sasaran tuduhan dan fitnah dari orang-orang yang tidak baik dan tidak suka diatur dengan aturan-aturan yang ada.

Dalam menghadapi hal seperti itu, memang itu adalah hal yang terberat, walaupun yang menyampaikan itu mengatakan bahwa apabila tidak bersalah akan direhabilitasi nama dan posisi kita, tetapi kenapa mereka bilang bahwa kita sudah jadi tersangka dan bahkan terdakwa. Memang setiap tugas dan jabatan atau apapun ada resikonya dan tentunya kita harus siap akan itu semua.

Kita hanya bisa berdoa sebagaimana doa yang tercantum dalam QS. Yunus ayat 85, yang berbunyi : “…. Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran bagi kaum zalim.”

Tak jarang ketika benar-benar merasa dalam jurang kelemahan dan ketidakberdayaan menapakkan kaki sendirian saya membutuhkan sahabat-sahabat terbaik saya yang dengan sabar, ikhlas, besar hati, tangan terbuka menerima dan memelukku dengan kasih mereka. Rasa bahagia ku pun tercurah ketika benar-benar di antara mereka semualah saya merasa memiliki keluarga besar, memiliki tumpuan untuk bersandar yang memberiku semangat untuk kembali mengobarkan semangat yang tak putus yang terpancar dalam wajah riang ini.

  • Tips Bila Difitnah

Inilah saya sedikit berbagi panduan dalam menghadapi keadaan bila mana kita dihina di antaranya :

1. Mendoakan dirinya dan keluarganya

Orang yang menghina kita dengan menggunakan perkataan yang kotor (Contohnya benci, bodoh, muak dan sebagainya) sebenarnya sedang mendoakan keburukan itu untuk dirinya, suami atau isterinya, ahli keluarga, adik-kakaknya dan lebih parah lagi sebenarnya mereka mendoakan untuk anak-anak mereka. Nauzubillah..

2. Sebenarnya cacian dan hinaan yang dilemparkan itu adalah rakhmat dari Allah
Kenapa? Sebab setiap hinaan yang dilontarkan kepada kita adalah penghapus bagi setiap dosa-dosa kita semalam. Lebih beruntung lagi kita akan dapat banyak pahala gratis. (Tapi dengan syarat kita menerimanya dengan kesabaran).

3. Ada hikmah
Ingatlah bahwa ada hikmah di balik setiap fitnah dan tuduhan yang kita hadapi. Sebenarnya Allah menrencanakan hamba-Nya kembali kepada-Nya. Mengadu kepada-Nya. Karena sebelumnya ini mungkin semakin jauh, lalai dan lupa kepada-Nya.

4. Bisa bangun bertahajud

Bila kita difitnah, kita akan tak dapat tidur malam lantaran memikirkan tentang fitnah yang dilontarkan kepada kita. Maka, kita dengan sendirinya akan bangun bertahajud setiap malam mohon kepada Allah agar diberi ketenangan, kema’afan dan ampunan dari-Nya sepanjang hidup ini. Kesan daripada itu (Selalu bertahajud), hati akan menjadi semakin tenang dan bahagia walaupun dikelilingi orang yang selalu mencari salah kita dan orang yang tidak mau memandang wajah dan sisi baik kita.

5. Hikmah dan rezeki menanti

Hikmah dan rezeki yang melimpah-ruah menanti kita di balik ujian tersebut. Contohnya Allah permudahkan segala urusan kita. Allah pertemukan kita dengan rekan-rekan yang mulia hatinya, sahabat-sahabat yang membantu kita dalam ekonomi kita dengan lebih maju, pasangan yang memahami dan menyayangi kita dengan sepenuh hatinya, anak-anak yang baik, keluarga yang memahami dan banyak lagi.

6. Dapat menilai

Kita juga akan menemui dan dapat menilai siapa sahabat kita yang sebenar dan siapa musuh kita. Cara dan gaya hidup kita pun akan berubah ke arah lebih baik dan lebih bermotivasi. Mungkin sebelum kita malas membaca buku-buku yang bermanfaat. Mungkin kita juga berpeluang mengenali tokoh-tokoh motivasi yang hebat yang terkenal di seluruh dunia. (Contoh : Dr Aidh Abdullah AlQarni, Imam Ghazali dan lain-lain). Selain itu, kita juga akan mampu untuk menjadikan diri kita insan yang sangat kuat, tabah, sabar dan mengubah seluruh pemikiran dan ide kita selama ni.
Apa yang terjadi pada kita walaupun buruk pada pandangan manusia, namun sebaliknya pada pandangan Allah. Fikirkanlah bahwa semua yang berlaku adalah rahmat Allah. Insya-Allah hidup kita lebih tenang, bahagia dan sangat matang. Insya-Allah.

  • Solusi Islam

Solusi apakah yang diberikan oleh Islam dalam hal ini? Ada 5 solusi yang bisa kita lakukan , yaitu:

1. Mempersiapkan diri

Kita harus mempersiapkan diri untuk tetap tegar dan sabar menghadapi kondisi apapun dan bagaimanapun. Baik senang atau susah.

• Jika kita difitnah dan dizhalimi. Maka sebenarnya itu bonus buat kita. Allah sayang terhadap kita. Karena hakikatnya kalau kita difitnah dan dizhalimi, maka keburukan kita akan diberikan kepada yang memfitnah dan menzhalimi kita. Sebaliknya kebaikan orang yang memfitnah akan diberikan kepada kita.

• Jika kita tahu akan hal ini. Hati kita akan tenang. Ternyata orang yang memfitnah dan menzhalimi itu adalah orang-orang yang merugi dan menghancurkan diri mereka sendiri.

2. Ridha dan ikhlas

Ridha dan ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain, Rasululullah mengajarkan agar kita ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain. Perumpamaannya adalah orang yang difitnah itu laksana bola pingpong yang ditekan ke dalam air. Jika bola pingpong itu dilepaskan maka ia akan melompat tinggi ke angkasa. Demikianlah perumpamaan orang yang ridho dan ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain, insya Allah derajatnya akan ditinggikan oleh Allah Subhanahu wataala.

3. Yakin Allah akan membalas

Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Tidak ada satu atom pun yang lepas dari pantauannya. Tidak ada satu kejahatan pun yang tidak akan dibalas. Jika kita difitnah oleh orang lain dan dizhalimi lahir dan batin. Pasrahkan kepada Allah. Jangan kotori hati dan jiwa kita untuk balas dendam. Ikhlaskan semuanya kepada Allah subhanahu wata ala. Allah yang akan membalasnya dengan siksa yang pedih. Alam semesta juga akan membalas kejahatan orang tersebut. Karena alam semesta adalah tentara Allah yang sangat setia kepada perintah-Nya. Maka Bersabarlah dan pasrahkan kepada Allah subhanahu wata’ala.

4. Evaluasi Diri

Jika kita difitnah dan dizhalimi maka yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi diri kita. Apakah kita melakukan kesalahan seperti yang difitnahkan tersebut. Jika jawabannya ’ya’. Maka kita harus cepat-cepat bertaubat dan memperbaiki diri kita. Jika jawabannya ’tidak’. Bersabarlah, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Kita tidak tahu ada skenario apa di balik fitnah tersebut. Yang jelas semua kejadian itu ada hikmah dan pelajaran yang terbaik buat kita. Kita harus lebih mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata ala Memohon perlindungan kepada-Nya.

5. Hanya Allahlah Satu satunya Penolong dan Pelindung

Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya. Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Subhanahu wata’ala.
Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Subhanahu wata’ala. Ketahuilah, makhluk itu “La haula wala quwata illa billahil’ aliyyil ‘ azhim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran. Allah menjanjikan dalam Surah AlThalaq ayat 23,

“Barang siapa yang bersungguhsungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangkasangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.”

  • Doa Menghindari fitnah

Saya sertakan doa apabila mendapat fitnah. Oleh itu , Ya Allah , kami membaca dan beriman dengan ayat-ayatMu :

AlBaqarah : 250“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan kokohkanlah pendirian (langkah) kami dan tolonglah kami terhadap orangorang kafir”.

Dalam AlIsraa’ (17) : 80“Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku dari tempat keluar yang benar, dan datangkanlah kepadaku dari sisiMU kekuasaan yang menolong (ku)”.

Dalam AlMu’minuun (23) : 26“Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustaiku/membohongiku”.

Dalam AlQashash (28) : 21“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orangorang yang zhalim itu”.

Dalam AlQashash (28) : 22“Semoga Tuhanku memberi petunjuk kepadaku jalan yang benar”.

Dalam Al-‘Ankabuut (29) : 30“Ya Tuhanku, tolonglah aku terhadap orangorang yang berbuat kerusakan itu”.

Ya Allah aku mengadu kepadaMu apa yang mereka telah lakukan kepada ku

  • “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi orangorang kafir, dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. [QS.AlMumtahanah (60) : 5]
  • “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman, lakilaki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan kepada orangorang yang zhalim melainkan kebinasaan”. [QS.Nuuh (71) : 28]
  • “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang pun penolong bagi orangorang yang zhalim”. [QS.Aali ‘Imraan (3) : 192]
  • “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi (menganiaya) diri kami sendiri dan sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, tentulah kami termasuk orang yang merugi”. [QS.AlA’raaf (7) : 23]
  • “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orangorang yang sesat”. [QS.AlMu’minuun (23) : 106]
  • “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya maka jika kami kembali (kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang yang zhalim”. [QS.AlMu’minuun (23) : 107]
  • “Dan jadikanlah bagiku buah tutur yang baik pada orangorang yang kemudian”. [QS.AsySyu’araa’ (26) : 84]
  • “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi (menganiaya) diriku, maka ampunilah aku, maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS.AlQashash (28) : 16].

Demikian kami patuh dan taat kepada ingat Rasul-Mu yang telah bersabda:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari kejelekan akhlak, amal, dan hawa nafsu”. (HR.Muslim, Nasa’I, & Abu Dawud).
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan pendengaranku, keburukan pengelihatanku, keburukan lisanku, keburukan hatiku, dan keburukan angananganku”. (HR.Abu Dawud & Tirmidzi)

“. .Ya Allah Maqbulkanlah doa kami . Aamiin Rabbul Alaamiin. . .”
Apabila anda sedang difitnah, segera bacalah doa dibawah ini kepada orang yang dituju :

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇﻧِّﻲ ﺃﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺒُﺨْﻞِ، ﻭَﺃَﻋﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺠُﺒْﻦِ، ﻭَﺃﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃﻥْ ﺃُﺭَﺩَّ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﺫَﻝِ ﺍﻟﻌُﻤُﺮِ، ﻭَﺃﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ، ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻘَﺒْﺮِ
ALLAHUMMA INNI AUUDZU BIKA MINAL BUKHLI WA AUUDZU BIKA MINAL JUBNI WA AUUDZU BIKA MIN AN URADDA ILAA ARDALILUMURI WA AUUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA ADZAABIL QABRI
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.”

Semoga Kita bisa tabah, sabar dan ikhlas menerima fitnah ini.

😃😊☺😀

Iklan

16 Comments

  1. I am not familiar w/ the Quran. The Bible though says, “The heart of the righteous weighs its answers, but the mouth of the wicked gushes evil” (Proverbs 15: 28) and “Sin is not ended by multiplying words, but the prudent hold their tongues” (Proverbs 10: 19). Christians are, also, instructed to bless the Lord at all times — even in difficulty (Psalm 34: 1).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s