Apa Itu Jujur?


Kejujuran merupakan cermin dari kualitas pengamalan akhlaq mulia. Rasulullah saw bersabda: β€œOrang-orang mukmin yang paling sempurna ialah yang paling baik akhlaknya” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim).

Hadits lain: β€œSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Ahmad dan al-Hakim).

Pict Via Google

Arti jujur

Apa sih Jujur?

Jika diartikan secara baku adalah β€œmengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran”. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.

Kejujuran mencakup semua hal dari sejak kita berniat sampai beraktifitas.

Kata Nabi, β€œlakukanlah kejujuran dalam segala aktifitas kamu”. Mau berjuang, kita harus jujur, kalahpun harus jujur.

Dalam surat Al-Maidah 119

Allah berfirman: β€œIni adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar (jujur). kebenaran mereka. bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar”.

Hadist

β€œWajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke surga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya. Sebaliknya, janganlah berdusta, sebab dusta akan mengarah pada kejahatan, dan kejahatan akan membewa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari-Muslim dari Ibnu Mas’ud)

Pict Via Google

Kejujuran dalam berucap

Kejujuran dalam berucap yakni Berkata benar dan tepat. Pastikan bahwa setiap perkataan yang keluar dari lisan kita terlebih dulu telah melalui pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita tergelincir dengan mengatakan sesuatu berupa kebohongan, sengaja atau tidak. Berkata dista adalah salah datu diantara jebakan yang setan pasang yang sangat efektif lagi menyengsarakan dan menghinakan bagi hidup kita.

Hati yang semula jernih, ketika sekali saja berbohong, maka kebohongan itu akan terus menghantui dan memenjarakan dirinya. Dia akan ketakutan juka sewaktu-waktu kebohongannya terbongkar. Dia akan terus menutupi kebohongannya agar kehormatannya selamat. Mungkin saja untuk itu dia akan membuat kebohongan-kebohongan baru. Dan begitulah seterusnya, dia terus berbohong, menutupi satu kebohongan dengan kebohongan kebohongan lain. Saking seringnya berbohong, hatinya pun menjadi bebal, tak lagi mengenal mana yang jujur dan mana yang bohong.

Baginya, kejujuran dan kebohongan adalah sama saja.

Kerugian paling fatal yang akan diderita para pendusta adalah kehilangan kepercayaan dari orang lain. Sekali kita diketahui berdusta, maka seribu kali pun kita benar, tetap saja orang akan meragukannya. Sangat sulit dan memakan waktu untuk memulihkankepercayaan orang ketika pernah sengaja membohonginya.

Bagi para pembohong yang tidak bertaubat dari kedustaannya, Allah mencatatnya sebagai pembohong disisi-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita selalu bertekad untuk menjadi orang yang sangat jujur dan terpercaya sampai mati kelak. Mari kita hindari mulut ini berucap dusta sekecil apapun terhadap siapapun.

Kejujuran dalam bertindak

Dalam bertindak pun kita harus jujur. Jangan curang, jangan menipu dan jangan memanipulasi fakta dan data. Bertindakpun selain kita harus benar juga harus tepat. Misalkan dalam ingin bertindak melawan kejahatan, bagi kita sebagai rakyat tindakan yang jujur adalah melaporkan kejahatan kepada pihak kepolisian.

Tidak jujur bila kita main hakim sendiri. Bagi polisi, jujur apabila melawan kejahatan dengan mengejar dan menangkap pelakunya.

Pengadilan yang jujur adalah

pengadilan yang mampu memberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya.

Dalam berdagang pun kita harus jujur, ungkapkan aib barangnya, jangan sampai ditutup-tutupi. Rasulullah mengajarkan hal ini dalam berdagang, apakah lantas barang dagangannya kemudian menjadi tidak laku.

Malah sebaliknya, sangat laku keras, sehingga beliau terkenal seorang pedagang yang jujur dan orang-orangpun datang berbondong-bondong kepadanya.

Pict Via Google

Pada siapa saja kita harus jujur ?

Kejujuran Pada Diri Sendiri

Kejujuran pada diri sendiri adalah kejujuran yang dilandasi pada pengakuan diri bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kekurangan.

Apabila dirinya tidak mampu untuk mengerjakan sesuatu maka dia akan katakan β€œtidak mampu”. Apabila dirinya memang tidak tahu, maka dia akan katakan β€œtidak tahu”. Orang yang mengakui kelemahan dirinya adalah orang yang lebih berpengetahuan daripada orang yang mengatakan β€œbisa”, β€œtahu” padahal dirinya β€œtidak bisa” dan β€œtidak tahu”.

Kejujuran Pada Manusia

Kejujuran mengantar seseorang dan orang lain mendapat kebaikan dan mengantarnya ke surga. Jujur pada anak-anak kita adalah mengakui dengan sepenuh hati kemampuan, kekurangan dan keterbatasan mereka. Sehingga jujur pada anak kecil adalah menerima kesalahan kesalahan kecilnya, tidak memaki dia, tidak membebani dia dengan beban berat.

Kejujuran Pada Allah

Kejujuran pada Allah adalah kejujuran yang mengakui fakta bahwa Allah adalah Esa, Satu dan segala sifat-sifatNya yang Agung, seperti Maha Pemurah, Penyayang.

Itulah Tauhid, kejujuran yang paling tinggi kata Nabi. Dampak dari kejujuran ini adalah sebuah keikhlasan dan ketulusan pada Allah dalam segala tindak kita.

Orang yang berdusta

β€œSesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta” (QS. An-Nahl : 105)

Dalam hal ini Rasulullah saw. memberi keringanan seperti dalam hadis dari Ummi Kaltsoum:

β€œSaya tidak mendengar Rasulullah saw. memberi keringanan pada suatu kebohongan kecuali tiga masalah: Seseorang yang membicarakan masalah dengan maksud mengadakan perbaikan (Islah); seseorang membicarakan masalah pada saat konflik perang (agar selamat), dan seseorang yang merayu istrinya begitu juga istri merayu suami”. (HR. Muslim) Ada juga hadits yang menyatakan,

Rasulullah bersabda: β€œBukanlah pendusta orang yang ingin melerai konflik sesama, hingga orang tersebut berkata: semoga baik dan menjadi baik” (HR. Mutafaq Alaih)

Kiat-kiat untuk dapat terus berlaku jujur adalah :

– Carilah teman yang jujur dan hindari teman yang buruk.

– Carilah lingkungan yang jujur dan hindari lingkungan yang buruk.

– Ingat selalu dampak buruk dari ketidakjujuran.

– Ingat kepada Allah.

Sumber : Ilmu Tauhid

Iklan

41 Comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s