Menjaga Hati, dan Tanda Penyakit Hati


Penyakit hati, adalah suatu hal yang sering kita abaikan, tidak seperti penyakit fisik yang apabila sakit saja sedikit kita merasa khawatir dan membawanya ke dokter untuk diperiksa.

Namun penyakit hati sering kita abaikan, seolah-olah penyakit ini tidak berbahaya bagi kita, tidak jarang juga yang malah tidak menyadari apakah hatinya dalam kondisi sakit atau tidak.

Padahal penyakit hati ini adalah penyakit yang berbahaya, membahayakan ketenangan hidup didunia sehingga bisa berimbas pada fisik serta juga membahayakan bagi kehidupan akhirat karena balasan dari Allah SWT.

Tanda-tanda penyakit hati menurut Syaikh ahmad farid. Beliau adalah salah seorang tokoh terkemuka dari jajaran ulama salafi Alexandaria, selain pendakwah dan penceramah beliau juga penulis yang karya-karyanya mendunia.

Menurut pendapat Syaikh ahmad farid ada 5 tanda-tanda penyakit hati diantaranya adalah :

1. Sulit meraih sesuatu yang diciptakan baginya.

Tanda penyakit hati yang pertama adalah sulit untuk mengetahui Allah, mencintai Allah melebihi cintanya pada syahwat dan dunia, tidak ada kerinduan berjumpa dengan Allah.

Mengutamakan kehidupan dunia dibanding kehidupan akhiratnya, mengutamakan syahwat dibanding ibadahnya pada Allah SWT.

  • β€œTerangkanlah padaku orang yang menjadikan tuhan nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapan menjadi pemelihara atasnya?” (Al-Furqan : 43)

Menjadikan nafsu sebagai tuhannya, mengikuti apa perkataan nafsunya dan tidak merasakan resah atau gelisah atas dosanya yang mengikuti nafsu syahwatnya.

2. Tidak merasa sakit karena luka-luka maksiat.

Ibaratnya tubuh kita yang merasakan sakit ketika terluka oleh benda tajam, begitu juga semestinya hati yang sehat ia merasa luka ketika tergores oleh dosa-dosa maksiat.

Namun hati yang sakit atau bahkan mati tidak merasakan luka atas goresan maksiatnya, hatinya bebal kebal.

  • β€œDan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka(Ali Imran : 135)

Berbeda dengan orang yang memiliki hati sehat, hatinya akan sangat sensitive mudah tersentuh, ketika melakukan maksiat selalu menyegerakan taubat dan Istigfar tanda penyesalan.

3. Pemiliknya tidak merasa sakit atas kebodohannya terhadap kebenaran.

Hati yang sehat tentu akan merasakan sakit terhadap perkara-perkara subhat yang menimpanya apakah itu perkara harta, uang, pembicaraan dan lain sebagainnya.

Sementara hati yang sakit dan bahkan mati tentu tidak merasakan sakit akan kebodohan dirinya terhadap kebenaran. Hingga seorang penyair mengatakan :

  • β€œOrang mati sebelum kematian datang menjemput Jasad-jasad mereka telah menjadi mayat sebelum mereka dikubur Arwah mereka merasa sendu dalam jasad-jasadnya Sampai hari kiamat pun mereka tidak bangkit”

4. Pemiliknya beralih dari makanan-makanan bergizi kepada racun yang mematikan.

Makanan bergizi bagi hati adalah ayat-ayat Al-quran dan untaian mutiara hadits shahih, namun ketika hati mulai terjangkiti penyakit maka hati tak lagi berminat dan menyukai makanan bergizinya yaitu ayat-ayat Al-quran, hatinya tidak lagi bergetar dan tersentuh ketika dibacakan ayat-ayat Al-quran.

  • β€œDan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman dan Al-quran itu tidaklah menambah bagi orang-orang zhalim selain kerugian.”(Al-Israa : 82)

Orang-orang yang hatinya sakit lebih menyenangi mendengar nyanyian dibanding lantunan ayat Al-Quran, ia lebih menyukai nanyian yang mengandung ajakan kemaksiatan dibanding dari bacaan Al-quran yang mengajak pada jalan kebenaran.

5. Pemiliknya menghuni dunia dengan perasaan ridho, tenang dan tidak merasa asing, serta tidak mengharap akhirat dan tidak beramal untuknya.

Rasulullah mewasiatkan kepada kita agar menjadi orang asing didunia atau laksana orang yang menyeberang jalan. Ya, dunia hanya pemberhentian sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke alam akhirat yang kekal abadi.

Sementara orang-orang yang sakit hatinya merasakan ketenangan didunia, ia mencintai dunia melebihi apapun sehingga dia melakukan apapun (tanpa pertimbangan halal-haram) untuk meraih dunia dan menyepelakan akhirat.

Sahabat semua, itulah 5 tanda-tanda hati yang sakit, jika ada diantara kita memiliki satu atau sebagian bahkan semua dari tanda-tanda diatas, sudah semestinya kita mulai mengobati hati kita dengan dzikrullah mengingat Allah, Istigfar memohon ampunan pada Allah serta menyiraminya dengan lantunan ayat suci Al-quran.

Iklan

33 Comments

  1. Tapi ada nih bu, org yg pny penyakit hati tp aneh.
    Contohnya srg bgt ngomong soal sunnah, hadits, dll yg berbau Islam tp dibalik itu dia menyebar kedengkian, aneh bukan?
    Saya aja bingung, mgkn udah sakit jiwa πŸ˜‚

    Disukai oleh 2 orang

    1. Nah kalau sperti itu, bisa disimpulkan bahwa orang tersebut memiliki penyakit hati yg udah kronis…

      Jangan aneh, itulah mereka yg munafik..dan sudah dijelaskan didalam Al-Qur’an..

      Seperti yg berbunyi pada surah At-taubah : 56

      β€œDan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu)β€œ.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s